
Sinopsis Derap- Derap Tasbih
Cinta adalan anugerah terindah dari Illahi. Sebagai muslim atau muslimah, seajibnya mensyukuri anugerah cinta dengan cara-cara elegan, cantik dan beriman. Sayang wardah, putrid kyai pengasuh pesantren yang kesohor kealimannya, gagal mengelola gelegar cintanya pada fatih, santri pengarang kreatif dan sekaligus anak asuh keluarga terasebut. Bahkan dengan emosi membara, wardah berjuang untuk membuktikan pada fatih bahwa tak sepatutnya fatih menolak cintanya karena ia putrid kyai besar, cantik dan berpengaruh.
Masalah pun datang ketika orang tua wardah menjalankan haji, ketika itulah wardah telah berkenalan dengan laki-laki yang bernama Hendra. Hendra seorang guide. Orangnya tampan, sopan, dan juga pintar. Pandai cas cis cus. Selain mahir inngris, ia juga bisa mandarin dan jepang. Wardah telah tertipu dengan segala bujuk rayu, serta omongan manis dari Hendra. Wardah begitu mencintai hendra. Sedangkan dari hendra sendiri ia tahu bahwa wardah masih begitu polos ehingga mudah terjebak oleh bujuk rayunya. Ia sama sekali tidak mencintai wardah.
Karena telah percaya kepaa hendra , akhirnya wardah memberikn semua yang dimilikinya termasuk kehormatannya. Meskipun pada awalnya wardah meraa sedih dan terpukul tapi mendengar janji manis ia merasa senang dan bahagia. Pagi hari sebelum ada kegiatan di pesantren wardah telah pegi meninggalkan rumah. Ia dijemput oleh hendra. Oleh hendra, wardah diajak ke Bali selama 5 hari. Sepulang dari Bali mereka pulang menggunakan kereta api. Sesampainya di stasiun kereta api Surabaya, hendra meninggalkan wardah dengan alasan mau menelpon teman. Hendra membawa dompet serta hp wardah. Setalah sekian jam ditunggu hendra tidak kembali. Barulah wardah sadar bahwa hendra telah kabur. Hati wardah hancur, ia merasa bersalah dan berdosa, ia merasa tidak pantas hidup. Karena keputus asaan wardah akhirnya wardah nekat bunuh diri. Wardah melompat ketengah rel tapi berhasil ditarik oleh bapak-bapak dan akhirnya ia selamat dan ditolong serta dirawat oleh ibu hartati.
Peristiwa buruk yang dialami oleh wardah membuat fatih merasa sangat bersalah kepada kyai yang amat dicintai dan dihormatinya. “Abah, saya bersedia ” suara fatih memecah kehamparan. Suara iu muncul tiba-tiba . fatih tidak sanggup untuk menahannya. Fatih hanya bisa merasakan Nyai Badriyah menatap fatih. Kiai Sahal termangu mencerna ucapan anak angkatnya.
Meskipun fatih mau bertanggung jawab atas kehamilan wardah dan ia mau menikahi wardah. Tetapi oleh kedua orang tua wardah mereka tidak boleh menikah. Karena abah tahu bahwa fatih tidak mencintai wardah. Dan akhirnya demi kebaikan wardah, wardah dititipkan di rumah bibinya di Jakarta yaitu bi Lutfiah dengan tujuan agar jiwa dan batin wardah tenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar