MANDIRI

Jumat, 16 April 2010

NOVEL LASKAR PELANGI


SINOPSIS NOVEL LASKAR PELANGI

Novel ini menceritakan tentang kisah sebelas orang anak melayu Belitong yang begitu gigih dan bersemangat dalam menjalani hidup serta selalu berjuang untuk meraih cita-cita yang diimpikan. Dimulai dari Bintang, adalah seorang anak miskin yang berasal dari Tanjung Kelumpang, yaitu sebuah kampung pesisir yang secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur, daerah minus yang jauh masuk pedalaman pulau Belitong. Selain itu disana juga banyak terdapat buaya-buaya yang besar dan ganas.
Ayahnya adalah seorang nelayan yang harus menanggung beban hidup 14 orang, karena diantara 14 orang itu tak satu pun yang bisa diharapkan. Setiap hari beliau menunggu tetangganya yang memiliki perahu atau juragan pukat harimau meminta untuk membantu mereka dilaut. Tambahan penghasilan sesekali ia dapatkan dari lintang yang sudah bisa menjadi kuli kopra dan anak-anak perempuannya yang mengumpulkan kerang saat angin teduh musim selatan. Beliau tidak menginginkan Lintang anak laki-laki tertuanya bernasib sama seperti dirinya, sehingga ia menyekolahkan Lintang di SD Muhammadiyah Gantong, sebuah sekolah yang merupan salah satu dari ratusan atau mungkin ribuan sekolah miskin di seantero negri ini yang jika disenggol sedikit saja oleh kambing yang senewen ingin kawin bisa roboh berantakan. Sekolah ini banyak terdapat kekurangan, fasilitasnya yang tidak memungkinkan untuk bersekolah. Guru yang mengajarnya pun hanya dua orang saja yaitu Ibu Muslimah Hafsari atau biasa di panggil bu Mus dan seorang kepala sekolah yaitu bapak K.A Harfan Efendy Noor. Namun semua itu tidak menyurutkan semangat Lintang dan teman-temannya untuk bersekolah. Ia rela mengayuh sepeda sepanjang 80 km pulang pergi sehingga menyebabkan tubuhnya berbau hangus karma sandal cunghai yang dipakainya. Lintang tumbuh menjadi seoarang anak super jenius, ia telah mengangkat derajat SD Muhammadiyah dengan menjuarai perlombaan kecerdasan dengan sebuah kemenangan untuk mengalahkan sekolah PN (sekolah terbagus di Belitong).
Mahar adalah anak yang dapat digolongkan sebagai lawan Lintang. Jika Lintang memiliki level intelektualitas yang demikian tinggi maka Mahar memperlihatkan bakat seni selevel dengan tingginya inteligensial Lintang. Keduanya penuh inovasi dengan kejutan-kejutan kreatifitas dalam bidangnya masing-masing. Ia penggemar berat dongeng-dongeng yang tidak masuk akal dan segala sesuatu yang berbau paranormal, sehingga ia sering mendapat ejekan dari teman-temannya. Namun ia dapat membalas cemoohan teman-temannya itu dengan mengerjai sekaligus memenangkan perlombaan karnaval 17 agustus yang sangat potensial meningkatkan gengsi sekolah.
Selain itu ada Ikal yang juga berasal dari keluarga miskin merupakan anak yang biasa-biasa saja dan tidak memiliki bakat khusus, nilai-nilainya sedikit lebih baik dari rata-rata kelas dan selalu mendapat rengking dua setelah Lintang. Ikal pernah merasakan jatuh cinta dan patah hati kepada seorang gadis keturunan Tionghoa bernama Aling tempat dimana ia biasa membeli kapur sekolah. Bercita-sita menjadi penulis dan sangat tidak ingin menjadi pegawai pos.Delapan anak lainnya yang memiliki karakter berbeda-beda seperti Syahdan yang liliput, Harun yang murah senyum, Trafani yang rupawan yang tidak mau dipisahkan dari ibunya, Kucai yang sok gengsi, Sahara yang cantik,ketus, Akiong yang polos, Samson yang sangat terobsesi dengan body building dan tergila-gila dengan cina cowok macho, beserta Flo seorang anak perempuan yang tomboy yang tidak bisa diatur yang berasal dari keluarga kaya.
Kesebelas orang ini sangat menyuakai pelangi. Bagi mereka pelangi adalah lukisan alam yang mengandung daya tarik yang mencengangkan. Karena kegemaran kolektif terhadap pelangi maka Bu Mus menamai kelompok mereka dengan nama Laskar Pelangi. Namun pada akhirnya tak semua anggota Laskar pelangi mampu menggapai cita-citanya seperti Lintang yang harus berhenti bersekolah karena harus menggantikan posisi ayahnya yang telah meninggal dunia untuk menanggung nafkah keluarga dan pada akhirnya ia hanya menjadi seoarang sopir. Tidak hanya itu, Trafani harus mendekap dirumah sakit jiwa karena menderita suatu penyakit Kans Mother yang sangat ekstrim. Mahar yang semula telah tersesat karena hobinya terhadap hal gaib akhirnya sadar setelah menerima pesan dari Tok Bayan Tula. Pada akhirnya Mahar yang hanya berijazah SMA harus menganggung nasib yang sama seperti Lintang. Mereka adalah dua orang genius yang kemampuannya didiamkan secara paksa oleh tuntutan tanggung jawab pada keluarga. Mahar hanya mendapat pekerjaan mengajar dan mengorganisasi kegiatan budaya. A Kiong yang akhirnya masuk islam menikah dengan Sahara musuh bebuyutannya dari kecil. Dan akhirya punya anak lima dan membuka toko kelontongan. Mereka mempekerjakan seorang kuli dan memperlakukannya sebagai sahabat yang tak lain adalah Samson. Flo yang mempunyai hoby yang sama dengan Mahar akhirnya berhasil lulus ujian catur wulan akhir setelah awalnya diragukan dan menempuh perguruan tinggi Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya, setelah lulus ia menjadi guru TK dan menikah dengan seorang penjaga teler Bank BRI. Mantan anggota sodeteit (kaum pencari hal-hal gaib, yang di pimpin oleh Flo, serta melahirkan empat anak.
Ikal yang awalnya hanya menjadi pegawai di kantor pos akhirnya berhasil mendapat beasiswa dan mejadi seorang mahasiswa. Syahdan pria liliput putra orang melayu, nelayan jebolan sekolah kopra telah memiliki posisi sebagai information tekhnologi manager di sebuah perusahaan PN Nasional yang terkemuka yang berkantor pusat di Tanggerang. Kucai yang akhirnya dapat meraih cita-citanya menjadi anggota dewan. Kalau dulu Harun adalah anak kecil yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa, sekarang dia adalah orang dewasa yang terperangkap dalam alam pikiran anak kecil.
PN timah yang semula sangat Berjaya akhirnya lumpuh karena harga timah dunia turun sangat tajam. Seluruh fasilitas produksi tutup puluhan ribu karyawan di PHK masal. Warga pribumi yang menahan sakit hati karena kesenjangan selama puluhan tahun menyerbu gedung-gedung dan rumah fictoria mewah di sekitar PN timah. Kehancuran PN timah membawa berkah bagi kaum pribumi Belitung, mereka bebas menggali timah di mana pun mereka suka, baik di tanah nenek moyangnya dan membuatnya seperti menjual ubi jalar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar